SHARE
Games

Respawn, studio yang dimiliki EA di balik game Apex Legends, telah menunda turnamen Final Wilayah Amerika Utara setelah para hacker masuk ke dalam pertandingan dan memberikan cheat kepada para pemain. Pengembang mengumumkan di X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, bahwa penundaan tersebut disebabkan oleh “integritas kompetitif seri yang terganggu.” Rekaman kecurangan, yang tersedia di Twitch, memberi pemain kemampuan untuk melihat lokasi lawan mereka sementara pemain terkenal, ImperialHal, diberi aimbot yang secara artifisial meningkatkan ketepatan bidik mereka saat bermain.

Kecurangan telah menjadi masalah yang berkelanjutan bagi EA, dan masalah yang para pemain klaim perusahaan tersebut sedikit melakukan tindakan untuk mengatasinya. Postingan frustrasi di halaman diskusi umum EA mencakup pernyataan seperti “Jika EA akan melarang semua cheater, tidak akan cukup pemain untuk bermain game,” dan “Masalah sebenarnya terletak pada proses pelarangan/penangguhan pemain.” Keluhan lainnya termasuk fokus pada keuntungan daripada pengalaman, seperti menaikkan harga skin.

Selain itu, EA melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap lima persen stafnya, sekitar 650 orang, pada akhir Februari. Game tembak-menembak orang-pertama Star Wars yang sedang dalam pengembangan oleh Respawn juga dibatalkan bersamaan dengan pemutusan hubungan kerja tersebut. Saat itu, CEO Andrew Wilson memberi tahu karyawan bahwa EA sedang menyederhanakan operasi perusahaan kami untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan terhubung bagi penggemar di mana pun.

Waktu baru untuk Final Wilayah Amerika Utara Apex Legends belum diumumkan, tetapi postingan di X menyatakan bahwa mereka akan membagikan informasi lebih lanjut segera. Sementara itu, EA dan Respawn harus menentukan bagaimana cara untuk memblokir akses para hacker saat ini dan bagaimana membuka kualifikasi kembali tanpa mengambil risiko terhadap kecurangan lebih lanjut.

LAINNYA DARI MASTEKNO
Electronic & Acc
JBL Sense Pro dan JBL Sense Lite Resmi Meluncur di CES 2026, Hadirkan Earphone Open-Ear untuk Penggunaan Sehari-hari

JBL resmi memperkenalkan dua earphone true wireless open-ear terbarunya, JBL Sense Pro dan JBL Sense...

Electronic & Acc
X5 Alteron, Kontroller Modular Mobile Pertama di Dunia

Selama bertahun-tahun, pemain mobile gaming terjebak dalam kompromi dengan menggunakan kontroler portabel yang ringkas namun...

Handphone
Samsung All-In di HP Lipat! Tiga Smartphone Baru Disiapkan untuk 2026

Di saat publik masih menantikan inovasi terbaru tahun ini, Samsung terpantau sudah meletakkan fondasi untuk...

Hardware
EliteBoard G1a, Ambisi HP Sederhanakan Meja Kerja, Resmi Dipamerkan Di CES 2026

Selama puluhan tahun, definisi komputer meja selalu identik dengan kotak CPU besar yang bersembunyi di...

Cyber Life
Kolaborasi Sony dan Honda Lahirkan Afeela 1! Bawa Pengalaman Konsol Saat Berkendara

Dalam gelaran CES pekan ini melalui kolaborasi terbaru dari Sony dan Honda, Afeela 1, memamerkan...

Laptop
CES 2026 Panas! Alienware Bawa Panel OLED Anti-Glare ke Lini Laptop Gaming

Di tengah kemeriahan event teknologi tahunan CES 2026, Alienware kembali menegaskan posisinya sebagai pionir perangkat...

Games
Sony Hadirkan Ghost Player! Solusi Baru Hadapi Level Sulit

Sony Interactive Entertainment baru saja mengajukan sebuah paten yang berpotensi mengubah cara pemain berinteraksi dengan...

Cyber Life
Nadella Tegaskan Evolusi AI! Bukan Sekadar Model, tapi Sistem Nyata

Chairman dan CEO Microsoft, Satya Nadella, memaparkan visinya tentang arah perkembangan kecerdasan buatan pada 2026...

Electronic & Acc
Rumah Jadi Pintar Total! Samsung Unjuk Ekosistem AI Bespoke di CES 2026

Samsung Electronics memamerkan visi gaya hidup berbasis kecerdasan buatan dengan memperkenalkan ekosistem rumah pintar yang...