Selama bertahun-tahun, konsumen seringkali dihadapkan pada pilihan sulit saat membeli monitor, memilih model kantoran yang kaku namun fungsional, atau monitor gaming yang kencang tapi seringkali mahal dan desainnya terlalu mencolok. Namun, lewat lini seri B3 terbarunya, AOC mencoba mendobrak pakem tersebut dengan menawarkan jalan tengah yang menarik.
Pabrikan spesialis monitor tersebut baru saja memperkenalkan Q24B36X dan Q27B36X, dua monitor dengan resolusi QHD. Kehadiran keduanya menandai pergeseran tren di mana pengguna menuntut perangkat yang mampu bertransisi mulus dari mengolah data di Excel pada pagi hari menjadi medan tempur video game di malam hari.
Yang membuat kedua monitor ini terasa berbeda bukan sekadar ukurannya yang hadir dalam opsi ukuran 23,8 dan 27 inci. AOC menyisipkan nyawa “gaming” ke dalam bodi yang lebih minimalis. Dengan refresh rate 144Hz, pengalaman visual yang dihasilkan jauh lebih halus dibandingkan monitor standar. Bagi pengguna, angka tersebut berarti tidak ada lagi pergerakan kursor yang patah-patah atau teks yang terlihat kabur saat digulirkan dengan cepat.
Ketajaman visual menjadi senjata utama lainnya. Dengan resolusi 2560×1440 piksel pada panel IPS, layar ini memberikan kepadatan piksel yang membuat mata tidak cepat lelah saat membaca laporan panjang. Menariknya, varian 23,8 inci menawarkan detail yang sangat rapat yang menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang bekerja di ruang terbatas namun tetap mendambakan kualitas gambar kelas atas.
Secara desain, AOC tetap mempertahankan bahasa visual yang bersih dan minimalis. Bezel yang tipis membuatnya mudah menyatu dengan dekorasi rumah modern, sementara fitur kesehatan mata seperti Low Blue Light menunjukkan bahwa monitor ini memang dirancang untuk penggunaan durasi lama. Tidak ada lampu RGB yang berlebihan, hanya fungsionalitas murni yang dikemas secara elegan.
Satu hal yang kemungkinan besar akan memicu diskusi di pasar adalah nilai ekonomisnya. Dengan estimasi harga mulai dari Rp2,1 jutaan saat diluncurkan nanti, AOC seolah ingin menegaskan bahwa teknologi layar berkualitas tinggi kini tak lagi menjadi barang mewah.











