SHARE
Hardware

Adopsi teknologi PCIe 5.0 selama ini terhambat oleh satu faktor krusial, salah satunya harga. Kecepatan transfer data yang masif seringkali harus ditebus dengan biaya komponen yang tinggi, membuat teknologi ini eksklusif bagi kalangan terbatas. KIOXIA mencoba mengubah hal tersebut lewat seri Exceria G3.

 

SSD yang dilaporkan akan mendarat di pasaran pada kuartal keempat 2025 ini, Exceria G3 bukan sekadar pembaruan rutin. KIOXIA mengambil risiko terukur dengan menanamkan BiCS FLASH generasi kedelapan ke dalam format M.2 2280. Hasilnya adalah performa yang mengejutkan untuk kelasnya. Varian tertinggi berkapasitas 2TB mampu mencatatkan kecepatan baca sekuensial 10.000 MB/s dan tulis 9.600 MB/s. Bagi pengguna yang masih berkutat dengan drive SATA lama atau PCIe 3.0, angka ini menawarkan lompatan performa yang radikal tanpa perlu merogoh kocek sedalam membeli SSD flagship berbasis TLC.

 

Isu durabilitas yang selama ini menjadi “hantu” bagi memori QLC tampaknya mulai teratasi. Lewat penyempurnaan arsitektur pada BiCS8, KIOXIA berani menjamin ketahanan hingga 600 TBW untuk model 1TB dan 1.200 TBW untuk model 2TB. Di atas kertas, angka ini menyejajarkan Exceria G3 dengan banyak drive TLC kelas entry-level yang secara efektif menghapus stigma bahwa QLC adalah teknologi yang ringkih.

 

Yang menarik dari sisi teknis, model 2TB dari seri ini justru mengungguli pendahulunya yang lebih senior, Exceria Plus G4, dalam skenario tertentu. Dengan kemampuan random read mencapai 1,6 juta IOPS dan write 1,45 juta IOPS, drive ini menunjukkan bahwa optimalisasi controller dan firmware bisa memeras potensi QLC lebih jauh dari perkiraan awal.

 

Bahkan pada varian 1TB yang biasanya mengalami pemangkasan performa signifikan karena keterbatasan kanal memori, penurunannya masih dalam batas wajar. Pengguna tetap mendapatkan akses baca di angka 10.000 MB/s dengan kecepatan tulis sedikit turun ke 8.900 MB/s. Kenaikan bandwidth murni dari jalur PCIe 5.0 memungkinkan angka-angka ini tercapai tanpa memerlukan pengontrol eksotis yang mahal.

 

Meski KIOXIA belum membuka informasi mengenai harga resminya, posisi pasar produk ini sudah sangat jelas. Mereka tidak sedang mengejar takhta performa tertinggi, melainkan aksesibilitas. Jika strategi harga mereka tepat saat peluncuran nanti, Exceria G3 berpotensi menjadi standar baru bagi build PC mainstream yang menginginkan kecepatan next-gen tanpa label harga premium.

LAINNYA DARI MASTEKNO
Cyber Life
Google Menilai Meta Lalai! Keamanan WhatsApp Dipertanyakan

Tenggat waktu 90 hari yang diberikan tim Google Project Zero akhirnya terlewati tanpa solusi tuntas...

Hardware
Bukan Kaleng-Kaleng! GMKtec Bawa Lunar Lake ke Mini PC Murah

Dunia mini PC kembali meriah dengan langkah terbaru GMKtec yang merilis NucBox K13. Kali ini,...

Cyber Life
YouTube Siap Tantang OpenAI Sora, Hadirkan Shorts AI Pakai Wajah Kreator

YouTube mengungkapkan rencana besar untuk platform dan para kreatornya pada 2026 dengan memperdalam integrasi kecerdasan...

Games
Petualangan Baru Dimulai! Sekuel Super Mario Movie Meluncur April Mendatang

Ada kabar baik bagi para penggemar si tukang ledeng ikonik asal Jepang. Nintendo dan Illumination...

Handphone
Qualcomm Akan Hadirkan Kecepatan Desktop pada Smartphone

Industri semikonduktor global tengah bersiap menyaksikan lompatan teknis yang mungkin akan mengubah wajah perangkat genggam...

Hardware
Chipset NVIDIA N1 Muncul di Jejak Digital Lenovo, Pertanda Apa?

Jejak digital jarang sekali bisa benar-benar dihapus, terutama di dunia perangkat keras PC yang kompetitif....

Electronic & Acc
Sony LinkBuds Clip Resmi Meluncur dengan Desain Open-Ear dan Baterai hingga 9 Jam

Sony resmi meluncurkan LinkBuds Clip di sejumlah negara Amerika Utara, menghadirkan true wireless earbuds dengan...

Electronic & Acc
Tren Open-Ear, Realme Perkenalkan Buds Clip dengan Teknologi NextBass

Pasar audio personal tengah mengalami pergeseran paradigma. Jika selama bertahun-tahun pasar didominasi oleh desain in-ear...

Electronic & Acc
Apple Dikabarkan Kembangkan Wearable AI Pin, Siap Tantang Kegagalan Humane

Apple dikabarkan tengah mengembangkan perangkat wearable berbentuk AI pin, sebuah langkah ambisius untuk memasuki pasar...