Asus baru saja melakukan penyegaran di lini Vivobook Pro 14 dan 16 Intel Edition di pasar China. Lewat update tersebut, raksasa teknologi asal Taiwan ini seolah ingin menegaskan dominasinya dalam persaingan laptop berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kian sengit. Bukan sekadar pembaruan estetik, daya tarik utama perangkat ini terletak pada “jeroan” terbaru Intel, yakni arsitektur Panther Lake, yang menjanjikan efisiensi sekaligus tenaga komputasi yang masif.
Asus menempatkan Vivobook Pro 16 sebagai ujung tombak performa. Di balik sasis metalnya, tertanam prosesor Intel Core Ultra X7 358H generasi ketiga yang dibangun di atas proses fabrikasi 18A. Konfigurasi 16-core yang diusungnya mampu menyentuh kecepatan boost hingga 4.8GHz, sebuah angka yang cukup impresif untuk ukuran laptop produktivitas. Kekuatan ini kian lengkap dengan integrasi GPU Intel Arc B390 berbasis Xe3.
Namun, nilai jual yang paling ditekankan Asus kali ini adalah integrasi AI yang jauh lebih dalam. Melalui unit pengolah NPU Intel AI Boost, laptop ini sanggup memproses beban AI hingga 180 TOPS. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, Asus mengimplementasikannya lewat asisten AI lokal yang memungkinkan pengguna menjalankan perintah suara, pembuatan gambar, hingga perangkuman dokumen secara offline.
Asus juga tak mau berkompromi pada urusan ruang penyimpanan dan suhu. Baik model 14 maupun 16 inci dipersenjatai RAM LPDDR5X 32GB dan penyimpanan SSD 1TB yang masih bisa diekspansi hingga 4TB lewat slot ganda. Untuk meredam panas yang dihasilkan chip Panther Lake, sistem pendingin IceCool Pro menjadi tumpuan. Pada model 16 inci, sistem ini mampu menjaga performa tetap stabil bahkan saat mesin dipacu hingga output 85W.
Pengalaman visual pun turut ditingkatkan melalui panel OLED 2.5K (165Hz) pada model 16 inci dan 2.8K (120Hz) pada varian 14 inci. Layar ini telah dikalibrasi pabrik untuk mencapai akurasi warna Delta E < 1, yang menjadi standar wajib bagi para editor video maupun desainer grafis. Menariknya, Asus juga menyisipkan fitur mode e-book hitam-putih, sebuah sentuhan kecil yang menunjukkan perhatian mereka pada kesehatan mata pengguna saat harus menatap layar dalam waktu lama.
Meski memiliki tenaga besar, mobilitas tetap terjaga dengan bobot mulai dari 1,39kg dan baterai 80Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 33 jam untuk pemutaran video pada model 14 inci. Di China, Vivobook Pro 14 dibanderol mulai dari 6.999 yuan (sekitar Rp15,5 juta), sementara varian Pro 16 dengan spesifikasi tertinggi menyentuh angka 7.999 yuan (sekitar Rp17,7 juta).











