SHARE
Cyber Life

Ketika badai Helene menerjang Florida awal tahun ini, sebanyak 234 nyawa melayang akibat salah satu badai terburuk sejak Katrina pada 2005. Intensitas bencana alam seperti ini, yang kian meningkat akibat perubahan iklim, mendorong para ilmuwan untuk menciptakan sistem prediksi cuaca yang lebih akurat. Pada Rabu lalu, divisi DeepMind dari Google mengumumkan terobosan besar dalam dunia meteorologi: GenCast, agen AI terbaru yang digadang-gadang menjadi salah satu kemajuan paling signifikan dalam hampir delapan dekade terakhir.  

Dalam blog Google Keyword, Ilan Price dan Matthew Wilson dari DeepMind menjelaskan bahwa GenCast bukan hanya lebih unggul dalam memberikan prediksi cuaca harian dan ekstrem dibandingkan program AI pendahulunya, tetapi juga melampaui sistem prediksi terbaik yang ada saat ini, yaitu ENS milik European Center for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF).  

Dalam pengujian dengan data cuaca tahun 2019, prediksi 15 hari GenCast terbukti 97,2% lebih akurat dibandingkan ENS. Untuk prediksi dengan jangka waktu lebih dari 36 jam, tingkat akurasi GenCast bahkan mencapai 99,8% lebih baik.  

Rémi Lam, ilmuwan utama di balik program AI cuaca sebelumnya, menyatakan, “Agak sulit dipercaya, tapi rasanya seperti kita telah membuat kemajuan selama puluhan tahun hanya dalam satu tahun.”  

GenCast menggunakan model difusi, teknologi yang sama di balik alat generatif AI Google. DeepMind melatih GenCast dengan data cuaca berkualitas tinggi selama hampir 40 tahun, yang dikurasi oleh ECMWF. Model ini bersifat probabilistik, artinya prediksinya mencakup berbagai kemungkinan yang diungkapkan dalam bentuk persentase. Pendekatan ini dianggap lebih detail dan berguna dibandingkan model deterministik yang hanya memberikan perkiraan terbaik pada hari tertentu.  

Hal yang paling mencengangkan, GenCast membutuhkan daya komputasi jauh lebih rendah dibandingkan sistem tradisional berbasis fisika seperti ENS. Dengan satu TPU v5 dari Google, GenCast dapat menghasilkan prediksi cuaca 15 hari hanya dalam waktu delapan menit. Sebagai perbandingan, superkomputer dengan puluhan ribu prosesor membutuhkan waktu berjam-jam untuk menghasilkan prediksi berbasis fisika.  

Meski demikian, GenCast masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah dalam memprediksi intensitas badai. Namun, tim DeepMind optimis bahwa mereka dapat mengatasi kendala ini.  

Google juga memastikan bahwa GenCast akan menjadi model terbuka, dengan contoh kode yang tersedia di GitHub. Selain itu, prediksi GenCast akan segera diintegrasikan ke dalam Google Earth, memberikan akses lebih luas bagi pengguna di seluruh dunia.

LAINNYA DARI MASTEKNO
Laptop
Jelang CES 2026, ASUS Persiapkan Vivobook S15 Dengan Gorgon Point

Las Vegas akan kembali menjadi pusat perhatian dunia teknologi di bulan depan. Asus, salah satu...

Software
Celah Keamanan Windows 11 Terungkap! Ini Temuan Google

Microsoft mungkin mengira masalah sudah selesai saat merilis pembaruan keamanan November lalu. Namun, bagi James...

Cyber Life
OpenAI Rilis GPT-5.2 dengan Peningkatan Berbasis Enterprise, Tantang Gemini 3 Pro

OpenAI resmi meluncurkan keluarga model AI GPT-5.2 sebagai pembaruan besar kedua dari generasi kelima GPT,...

Games
Fortnite Resmi Kembali ke Google Play Store Setelah Pertarungan Hukum Panjang

Fortnite akhirnya kembali tersedia di Google Play Store setelah absen selama lima tahun akibat sengketa...

Electronic & Acc
AirTag Generasi Baru Apple Hadir dengan Pelacakan Lebih Akurat, HomePod Mini Dikabarkan Pakai Chip Baru

Apple dikabarkan tengah menyiapkan AirTag generasi kedua yang diperkirakan meluncur pada paruh pertama tahun depan....

Electronic & Acc
Romantisme Mesin V12, Casio Hidupkan Kembali Kejayaan Honda di Meksiko 1965

Ada kalanya sebuah jam tangan diciptakan bukan sekadar untuk menunjuk waktu, melainkan untuk menceritakan ulang...

Hardware
KIOXIA Persiapkan Exceria G3 SSD PCIe 5.0 dengan Harga Terjangkau

Adopsi teknologi PCIe 5.0 selama ini terhambat oleh satu faktor krusial, salah satunya harga. Kecepatan...

Laptop
Jelang CES 2026, Thunderobot ZERO Air Bakal Jadi Laptop Gaming Pertama yang Berbasis Intel Panther Lake

Jelang event teknologi tahunan, Consumer Electronics Show (CES) pada Januari mendatang. Pabrikan hardware gaming asal...

Games
Siap Mengguncang! Pixelity Akan Gelar Playtest Game XR Evangelion

Penggemar Neon Genesis Evangelion kini berkesempatan merasakan langsung pengalaman dunia animenya. Pixelity, pengembang trilogi game...