SHARE
Cyber Life

Bayangkan sedang memacu sepeda di tengah rute baru yang asing atau berjalan kaki di trotoar yang padat, lalu tiba-tiba muncul kebutuhan untuk mengecek jadwal rapat atau sekadar mencari cafe terdekat. Selama ini, aktivitas tersebut memaksa kita menepi dan menatap layar smartphone yang seringkali mengganggu ritme perjalanan. Namun, celah antara mobilitas fisik dan kebutuhan digital tersebut kini coba dijembatani oleh Google melalui integrasi asisten cerdas Gemini ke dalam fitur navigasi jalan kaki dan bersepeda.

Pembaruan yang kini mulai menyapa pengguna iOS dan Android secara global ini bukan sekadar tambahan fitur perintah suara biasa. Google mencoba menghidupkan suasana perjalanan dengan memposisikan Gemini layaknya seorang rekan yang duduk di kursi penumpang. Percakapan yang terbangun diklaim jauh lebih luwes. Pengguna bisa melontarkan pertanyaan spontan seperti, “Lagi di daerah mana saya sekarang?” atau “Ada restoran yang lagi hits di sekitar sini?” dan asisten digital tersebut akan meresponsnya berdasarkan data lokal yang kontekstual.

Bagi para pesepeda, inovasi ini terasa lebih dari sekadar kemudahan. Ini adalah soal keamanan. Memastikan tangan tetap berada di setang dan mata tetap tertuju pada jalan adalah prioritas utama. Melalui kontrol suara, seorang pesepeda kini bisa menanyakan estimasi waktu tiba hingga menginstruksikan pengiriman pesan kepada rekan kerja bahwa ia akan terlambat, tanpa perlu menghentikan laju sepedanya. Transformasi ini mengubah smartphone dari sekadar alat penunjuk arah menjadi pendamping yang proaktif.

Ambisi Google sebenarnya melampaui urusan peta semata. Gemini perlahan menyusup ke setiap sudut ekosistem digital mereka, termasuk browser Chrome yang kini dilengkapi panel samping menetap. Di sana, pengguna bisa membedah isi situs web atau mengolah data tanpa harus kehilangan fokus pada tab utama. Belum lagi fitur Personal Intelligence yang baru saja dirilis, yang memberikan akses bagi Gemini untuk “mengenal” pemiliknya melalui data di Drive, Photos, dan Gmail.

Integrasi besar-besaran ini mengirimkan sinyal yang benderang mengenai arah masa depan layanan Google. Mereka sedang membangun sebuah jaringan layanan yang saling bertautan, di mana data bukan lagi sekadar angka di awan, melainkan bahan bakar bagi asisten personal yang serba tahu. 

 

LAINNYA DARI MASTEKNO
Games
Highguard Tembus Hampir 100 Ribu Pemain Bersamaan di Steam Saat Perilisan

Highguard, game multiplayer shooter free-to-play terbaru dari Wildlight Entertainment, mencatat pencapaian besar dengan hampir 100.000...

Cyber Life
Yahoo Tambahkan AI Generatif ke Mesin Pencarian Lewat Yahoo Scout

Yahoo resmi menghadirkan fitur baru berbasis kecerdasan buatan generatif ke mesin pencariannya melalui peluncuran “answer...

Cyber Life
Google Tambahkan Gemini Di Google Maps

Bayangkan sedang memacu sepeda di tengah rute baru yang asing atau berjalan kaki di trotoar...

Cyber Life
Google Menilai Meta Lalai! Keamanan WhatsApp Dipertanyakan

Tenggat waktu 90 hari yang diberikan tim Google Project Zero akhirnya terlewati tanpa solusi tuntas...

Hardware
Bukan Kaleng-Kaleng! GMKtec Bawa Lunar Lake ke Mini PC Murah

Dunia mini PC kembali meriah dengan langkah terbaru GMKtec yang merilis NucBox K13. Kali ini,...

Cyber Life
YouTube Siap Tantang OpenAI Sora, Hadirkan Shorts AI Pakai Wajah Kreator

YouTube mengungkapkan rencana besar untuk platform dan para kreatornya pada 2026 dengan memperdalam integrasi kecerdasan...

Games
Petualangan Baru Dimulai! Sekuel Super Mario Movie Meluncur April Mendatang

Ada kabar baik bagi para penggemar si tukang ledeng ikonik asal Jepang. Nintendo dan Illumination...

Handphone
Qualcomm Akan Hadirkan Kecepatan Desktop pada Smartphone

Industri semikonduktor global tengah bersiap menyaksikan lompatan teknis yang mungkin akan mengubah wajah perangkat genggam...

Hardware
Chipset NVIDIA N1 Muncul di Jejak Digital Lenovo, Pertanda Apa?

Jejak digital jarang sekali bisa benar-benar dihapus, terutama di dunia perangkat keras PC yang kompetitif....