Selama bertahun-tahun, pemain mobile gaming terjebak dalam kompromi dengan menggunakan kontroler portabel yang ringkas namun ringkih, atau membawa kontroler konsol yang kaku dan sulit terhubung. Namun, kolaborasi terbaru antara GameSir dan Hyperkin melalui X5 Alteron akan mengakhiri problem tersebut dengan cara yang cukup radikal, yakni mengubah kontroller menjadi perangkat modular yang bisa dibongkar-pasang.
Hyperkin, yang selama ini dikenal sebagai pemuja nostalgia melalui perangkat retro seperti konsol NES modern, menyuntikkan estetika klasik ke dalam DNA X5 Alteron. Sementara itu, GameSir membawa presisi teknis dari seri G8 Galileo yang legendaris. Hasilnya adalah kontroller yang mampu menyesuaikan diri dengan hampir semua genre permainan dari aksi cepat Street Fighter 6 hingga penjelajahan nostalgia Super Mario 64.
Daya tarik utama perangkat ini terletak pada fleksibilitas fisiknya. Berbekal lengan teleskopik yang mampu merentang hingga 213 mm, X5 Alteron tidak hanya mampu “memeluk” smartphone, tetapi juga tablet seukuran iPad hingga unit utama Nintendo Switch. Fleksibilitas ini juga didukung oleh teknologi Bluetooth 5.2 yang memungkinkan pengguna berpindah dari layar smartphone ke PC tanpa perlu melewati kerumitan pairing berulang kali.
Namun, inovasi sesungguhnya tersembunyi di balik modul-modul yang dapat dilepas-pasang. Pengguna bisa mengganti layout tombol ABXY atau memilih modul Track Pad untuk simulasi kontrol mouse saat membidik di Call of Duty Mobile. Menariknya, kolaborasi ini juga mencoba menjawab keresahan massal para pemain terkait fenomena stick drift. Dengan mengadopsi sensor Hall Effect, teknologi magnetik yang memangkas gesekan fisik. X5 Alteron juga diklaim akan tetap presisi dimana kontroler konvensional lainnya menyerah pada keausan.









