Penantian pengguna Telegram di awal 2026 akhirnya terjawab. Setelah sempat tersandera oleh ketatnya birokrasi peninjauan Apple di penghujung tahun lalu, aplikasi besutan Pavel Durov ini resmi melepas pembaruan teranyarnya pada Januari ini. Update terbaru ini membawa pergeseran identitas visual yang signifikan dan integrasi kecerdasan buatan yang tetap “keras kepala” dalam menjaga privasi.
Bagi pengguna iPhone dan iPad, perubahan yang paling mencolok terletak pada permukaan. Telegram kini sepenuhnya mengadopsi bahasa desain “Liquid Glass.” Antarmukanya kini didominasi elemen transparan, efek frosted glass, dan kedalaman visual yang membuat tombol-tombolnya seolah melayang di atas percakapan. Meski kesan “berkilau” ini mungkin memerlukan waktu adaptasi bagi pengguna lama, tak bisa dimungkiri bahwa Telegram kini terasa seperti aplikasi bawaan Apple sendiri yang dikenal halus, responsif, dan elegan.
Namun, daya tarik sesungguhnya tersembunyi di balik kap mesin. Di tengah tren global di mana 60% aplikasi pesan mulai menyuntikkan AI, Telegram memilih jalan yang berbeda melalui “Cocoon.” Fitur ini memungkinkan pengguna merangkum pesan panjang di kanal atau artikel Instant View hanya dengan satu ketukan. Yang membuatnya unik bukanlah kemampuannya meringkas, melainkan arsitekturnya.
Alih-alih mengirim data ke server pusat yang rentan intaian, Cocoon bekerja melalui jaringan blockchain terdesentralisasi. Setiap permintaan diproses lewat simpul-simpul terenkripsi yang memastikan identitas dan isi pesan tetap menjadi rahasia antara pengguna dan perangkatnya. Langkah ini membuktikan bahwa efisiensi AI tidak harus mengorbankan etos privasi yang selama ini menjadi keunggulan utama Telegram.
Pembaruan ini sekaligus menjadi gong pembuka setelah tahun 2025 yang sangat agresif, di mana Telegram meluncurkan 75 fitur baru, termasuk sistem passkey dan lelang kado. Keterlambatan rilis kali ini pun ditanggapi dengan nada sarkas oleh Pavel Durov. Ia sempat menyentil tim peninjau Apple yang menurutnya “terlalu serius menikmati masa liburan” hingga menahan laju inovasi timnya. Bagi mereka yang ingin membedah setiap detail teknis dari pembaruan ini, dokumentasi lengkap telah tersedia di blog resmi Telegram yang memetakan setiap perubahan kecil pada aplikasi perpesanan instan tersebut.










