SHARE
Cyber Life

Google dilaporkan melakukan perubahan pada batas akses gratis untuk mode Thinking di model Gemini 3 Pro, terutama bagi pengguna yang tidak berlangganan Google AI Pro. Meskipun Google tidak menjelaskan apakah batasan ini dinaikkan atau diturunkan, halaman dukungan resmi telah diperbarui dengan pernyataan bahwa batas harian dapat berubah secara berkala. Langkah ini diduga terkait meningkatnya permintaan penggunaan AI. Pada saat yang sama, Google juga mulai membatasi beberapa fitur NotebookLM bagi pengguna gratis karena lonjakan penggunaan yang melebihi kapasitas.

 

Menurut laporan 9to5Google, Google telah menyesuaikan batas akses bagi pengguna yang menggunakan salah satu paket Google AI untuk Gemini. Halaman dukungan terbaru menunjukkan bahwa akses dasar ke Gemini 3 Pro dalam mode Thinking kini memiliki batas harian yang dapat berubah kapan saja untuk pengguna tanpa langganan berbayar. Sebelum peluncuran Gemini 3, batasan untuk Thinking di Gemini 2.5 Pro ditetapkan sekitar lima prompt per hari, dan perubahan ini dinilai sebagai sinyal kemungkinan penurunan batas harian untuk pengguna gratis di masa mendatang.

 

Namun, batasan ini tidak dihitung berdasarkan jumlah prompt semata, melainkan menggunakan sistem token yang menentukan seberapa banyak kapasitas model AI digunakan. Semakin kompleks pertanyaan, semakin banyak token yang diproses, sehingga batas harian lebih cepat habis. Dengan sistem ini, batas penggunaan menjadi dinamis. Seseorang dapat mengirim sepuluh prompt sederhana dalam sehari, tetapi mungkin hanya bisa mengirim enam prompt kompleks karena konsumsi token lebih besar.

 

Di sisi lain, Google juga mengumumkan melalui X bahwa NotebookLM, platform riset berbasis AI, sementara waktu menarik kembali fitur Infographics dan Slide Decks untuk pengguna gratis, serta menambah batasan bagi pelanggan Google AI Pro. Google menyebut tingginya permintaan dan keterbatasan kapasitas sebagai alasan utama, namun perusahaan berencana menghadirkan kembali fitur tersebut setelah kapasitas memungkinkan.

 

Perubahan ini menegaskan bahwa Google terus menyesuaikan layanan berbasis AI-nya agar tetap memenuhi kebutuhan pengguna sekaligus menjaga stabilitas sistem.

LAINNYA DARI MASTEKNO
Software
WhatsApp Siapkan Fitur Kontrol Orang Tua untuk Batasi Interaksi Anak dan Remaja

WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan fitur baru yang memungkinkan orang tua mengatur dan mengawasi interaksi pengguna...

Games
Baldur’s Gate 3 Dipastikan Belum Akan Hadir di Nintendo Switch 2

Pemilik Nintendo Switch 2 tampaknya harus menurunkan ekspektasi terkait kehadiran Baldur’s Gate 3 di Nintendo...

Laptop
Bukan Laptop Instan! Schenker Element 16 Dorong Masa Pakai Lewat Modularitas

Schenker, produsen asal Jerman yang selama ini dikenal lewat mesin-mesin gaming mereka, sedang mencoba arah...

Electronic & Acc
Tangkap Momen dengan Instan, Kodak Perkenalkan Printomatic Plus dengan printer Zink

Di tengah kepungan ribuan foto digital yang seringkali hanya berakhir memenuhi memori ponsel, Kodak mencoba...

Handphone
Realme Persiapkan Perilisan P4, Smartphone dengan Kapasitas Baterai Terbesar di Pasar

Realme sedang memainkan strategi pemasaran yang cukup ekstrem untuk smartphone terbarunya, P4 Power. Alih-alih hanya...

Electronic & Acc
JBL Sense Pro dan JBL Sense Lite Resmi Meluncur di CES 2026, Hadirkan Earphone Open-Ear untuk Penggunaan Sehari-hari

JBL resmi memperkenalkan dua earphone true wireless open-ear terbarunya, JBL Sense Pro dan JBL Sense...

Electronic & Acc
X5 Alteron, Kontroller Modular Mobile Pertama di Dunia

Selama bertahun-tahun, pemain mobile gaming terjebak dalam kompromi dengan menggunakan kontroler portabel yang ringkas namun...

Handphone
Samsung All-In di HP Lipat! Tiga Smartphone Baru Disiapkan untuk 2026

Di saat publik masih menantikan inovasi terbaru tahun ini, Samsung terpantau sudah meletakkan fondasi untuk...

Hardware
EliteBoard G1a, Ambisi HP Sederhanakan Meja Kerja, Resmi Dipamerkan Di CES 2026

Selama puluhan tahun, definisi komputer meja selalu identik dengan kotak CPU besar yang bersembunyi di...